Recent Updates RSS Toggle Comment Threads | Tombol Pintas

  • rizal 12:38 am on January 29, 2010 Permalink | Balas  

    Berbicara Tentang KPR (Kredit Pemilikan Rumah) 

    KPR

    Berbeda dari tulisan-tulisan saya sebelumnya, tulisan kali ini bukan tentang pajak, melainkan tentang KPR (kredit pemilikan rumah). Sebagai keluarga muda tentu kepemilikan rumah merupakan kebutuhan pokok saya dan keluarga. Dalam tulisan ini sedikit ingin berbagi mengenai seluk beluk KPR, apa itu KPR, bagaimana prosesnya, dan hal-hal lain yang terkait KPR.

    Apa Itu KPR??

    Kredit Pemilikan rumah (KPR) adalah produk pembiayaan yang diberikan kepada pembeli rumah dengan skema pembiayaan sampai dengan 90% dari harga rumah. KPR di Indonesia, hingga saat ini masih disediakanoleh perbankan, meskipun sudah ada beberapa perusahaan pembiayaan (leasing) yang juga menyalurkan pembiayaan dari lembaga sekunder pembiayaan perumahan.

    Langkah 1 : Pilih Properti

    Sebelum anda membeli properti pastikan terlebih dahulu:

    • Lokasi properti tidak banjir
    • Akses ke lokasi juga tidak banjir
    • Usahakan untuk pilih lokasi yang dekat dengan tempat anda bekerja
    • Cek lingkungan sekitar perumahan
    • Cek akses transportasi umum
      • Cek fasilitas umum terdekat seperti: sekolah, tempat ibadah, tempat belanja, kantor polisi, pemadam kebakaran, dll

    Pastikan Anda membeli properti dari pengembang yang reputasinya baik dan mempunyai track record yang bagus, alias tidak pernah gagal dalam membangun proyeknya Pastikan bahwa pengembang/developer telah memperoleh semua perijinan yang dibutuhkan untuk membangun proyeknya.

    Langkah 2:

    Tentukan Bank KPR Apabila Anda membeli properti baru atau primary dari pengembang, biasaya sudah ada kerjasama antara pengembang dengan bank-bank tertentu.

    Langkah 3 : Isi Form pemesanan dan bayar booking fee

    Isi form pemesanan unit dari developer.

    Di dalam form pemesanan unit, pastikan jadwal pembayaran booking fee dan pelunasan uang muka sudah jelas dan disetujui kedua belah pihak. Terutama apabila booking fee dan pelunasan uang muka bisa dicicil. (More …)

     
  • rizal 4:43 am on January 27, 2010 Permalink | Balas
    Tags:   

    Roadmap Blog 

    ilustrasi

    ilustrasi

    Akhir-akhir ini saya kembali memikirkan roadmap dari blog pribadi saya ini. Sudah hampir setahun setengah blog saya mengudara di dunia maya. Dulu ceritanya saya kasih nama domain hitungpajak dengan niat awal saya akan menyajikan materi seputar perhitungan pajak. Namun ternyata dalam prakteknya tidak semudah itu saya menyajikan materi seputar teknis perhitungan pajak. disamping karena kesibukan kerja di kantor juga karena agak sulit untuk menulis secara konsisten. Maka setelah sekian lama baru kemudian di dalam blog ini saya hanya berfokus pada isu-isu ringan seputar perpajakan yang mungkin masih belum jelas bagi sebagian besar orang awam.
    Kini setelah hampir setengah tahun mengudara saya kembali memikirkan akan kemana saya bawa blog saya ini. Akankah saya terus menulis seputar perpajakan atau hal-hal ringan seputar kehidupan saya layaknya blog yang lain.

    hmm.. Any idea?

     
    • Afdal Zikri Mawardi 10:46 pm on Januari 27, 2010 Permalink | Balas

      Teruslah menulis Pak Rizal, jangan berhenti, tulislah apa saja yang sekiranya bermanfaat bagi orang banyak terutama masyarakat pajak Indonesia.

      Afdal,konsultan pajak,
      Jakarta, Surabaya, Balikpapan
      0811883102, Afdalzikri1@gmail.com
      Web http://mucglobal.com
      Blog Pajak: http://afdalzikri.wordpress.com

    • rizal 12:00 am on Januari 28, 2010 Permalink | Balas

      Wah, terima kasih Pak Afdal atas sarannya. Saya masih harus banyak belajar nih pada Pak Afdal. Salam kenal pak.

    • akusukamenulis 7:47 am on Januari 28, 2010 Permalink | Balas

      just make something different, Zal..
      tulisan tentang catatan kehidupan sehari-hari udah banyak..
      blog yang bahas pajak juga banyak..
      tapi tulisan tentang catatan kehidupan pegawai pajak dalam kesehariannya melayani masyarakat, sangat sedikit..
      hehehe_

      • rizal 8:02 am on Januari 28, 2010 Permalink | Balas

        yup, nice idea.. bisa dipertimbangkan.. thanks masukannya

  • rizal 7:15 am on December 14, 2009 Permalink | Balas  

    Sekilas tentang Brevet Pajak 

    Beberapa kali pengalaman saya mengajar brevet, ada beberapa hal yang ingin saya tuliskan disini untuk berbagi dengan pembaca sekalian. Kesan saya pertama kali melihat para peserta kelas brevet adalah satu kata yaitu salut. Saya sungguh salut dengan mereka yang mengikuti kursus brevet. Hal yang saya salutkan dari mereka adalah kemauan kerasnya untuk belajar pajak sehingga mereka berani mengorbankan waktu libur mereka dan juta mengurangi waktu untuk keluarga mereka demi belajar pajak.

    Beberapa kali mengajar brevet, saya menjumpai peserta brevet bervariasi, mulai dari tingkat pendidikan mereka, posisi atau jabatan mereka di kantor dan juga usia mereka. Sebagian besar dari peserta brevet yang selama ini saya jumpai adalah karyawan entry level atau fresh graduate yang baru masuk bekerja. Umumnya usia mereka masih muda antara 20an sampai dengan 30an. Ada juga peserta brevet dari posisi middle manager di perusahaan, usianya biasanya di atas 40 tahun.

    Variasi peserta ini mempunyai motivasi yang berbeda dalam mengambil kelas brevet. Para fresh graduate biasanya mengambil kelas brevet untuk menambah portofolio mereka ketika melamar pekerjaan. Adanya sertifikat pernah mengikuti brevet pajak mungkin akan menambah daya tarik mereka di hadapan perusahaan tempat mereka melamar pekerjaan. Peserta brevet dari karyawan entry level biasanya mengambil kelas brevet dengan alasan mereka perlu belajar pajak untuk menunjang pekerjaan mereka yang sebagian besar di bidang akunting dan pajak. Mereka umumnya dulu adalah alumni universitas dari jurusan D3 ataupun S1 di bidang ekonomi yang ingin menguatkan lagi ilmu pajak mereka. Selain itu mereka juga mempunyai motivasi dengan mengikuti brevet maka ketika ia sudah lebih paham tentang pajak mereka ingin mencari pekerjaan lain yang lebih menjajikan dibandingkan pekerjaan mereka sekarang. Motivasi yang lebih menjanjikan dan lebih kuat dimiliki oleh para middle manager. Mereka umumnya ingin memahami pajak dengan harapan mereka paham dasar-dasar pajak dan keuangan sehingga mereka bisa mengontrol pekerjaan bawahan mereka. (More …)

     
    • joni 1:51 pm on Januari 1, 2010 Permalink | Balas

      sertifikat memang manjur untuk menambah daya tarik calaon pemkai tenaga kerja. saya pernah mendengar siaran radio yang menyatakan faktor utama yang diperhatkan calon pemakai tenaga kerja adalah “sikap dan keahian” jadi salah besar kalu kita hanya mengandakan ijasah pendidikan formal saja..:) salam hangat joni
      salam knal juga mas..:)

  • rizal 12:36 am on November 12, 2009 Permalink | Balas  

    Langkah-Langkah Pengamanan Penerimaan Pajak 2009 

    Hingga akhir oktober 2009, jumlah penerimaan pajak yang berhasil dihimpun oleh Direktorat Jenderal Pajak adalah sekitar 377 trilyun atau sekitar 70% dari target penerimaan pajak tahun 2009 yang ditetapkan sebesar sekitar 528 trilyun. Dengan waktu yang tersisa 2 bulan di tahun 2009 maka tentu akan menjadi tugas bagi direktorat jenderal pajak untuk bisa memenuhi target penerimaannya. Diperlukan kerja keras dan extra effort dari direktorat jenderal pajak untuk bisa mencapai target penerimaannya tersebut. Kondisi ini merupakan penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya akhir oktober sudah lebih dari 90% target yang berhasil dicapai oleh direktorat jenderal pajak.

    Penurunan pencapaian penerimaan direktorat jenderal pajak disebabkan oleh beberapa factor. Factor yang sangat jelas Nampak sekali adalah terjadinya resesi ekonomi global yang ditandai dengan ambruknya keuangan di amerika serikat, dan juga factor dari pemberian insentif fiscal yang diberikan kepada dunia usaha pada tahun 2009 ini. Resesi ekonomi mengakibatkan pendapatan yang diterima oleh dunia usaha menurun sehingga secara langsung akan berpengaruh terhadap jumlah pajak yang dibayarkan. Insentif fiscal juga turut mempengaruhi penurunan penerimaan pajak walaupun berpengaruh tidak begitu signifikan.

    Tentunya kondisi membuat direktorat jenderal pajak harus berusaha ekstra keras untuk menggenjot penerimaan pajaknya. Dengan tersisa waktu dua bulan ini tentu diperlukan upaya yang cepat bisa menghasilkan fresh money bagi DJP. Nah kira-kira apa yang bisa dilakukan oleh DJP untuk mengejar slack target penerimaan tersebut??

    Secara umum penerimaan dari pajak bisa dikelompokkan dalam beberapa jenis. Yang pertama adalah dari penerimaan rutin tiap bulan. Penerimaan ini adalah dari pembayaran SPT masa PPh maupun PPN yang dibayarkan oleh wajib pajak. Penerimaan dari kelompok ini tentu bisa diperkirakan dari trend pembayaran rutin selama beberapa bulan terakhir sehingga bisa diprediksi dalam dua bulan terakhir ini berapa prognosa penerimaan yang bisa dicapai oleh DJP. Jenis penerimaan berikutnya mungkin adalah dari hasil collection/penagihan.

    (More …)

     
    • koresh07 9:01 am on Desember 8, 2009 Permalink | Balas

      Hallo salam dari tax officer papua…. saya baru buat blog pajak di http://pajakid.com, jika bersedia berkunjung dan memberi komentar, saya sangat berterimakasih, jika tidak pun tidak mengapa… salam

    • rizal 6:21 am on Desember 9, 2009 Permalink | Balas

      salam kenal juga mas koresh.. sukses untuk blog barunya..

    • Stanley 11:44 pm on Desember 11, 2009 Permalink | Balas

      salam bro… bersediakah untuk bertukaran link???

      • rizal 7:25 am on Desember 14, 2009 Permalink | Balas

        boleh saja kawan.. dengan senang hati

        • Stanley 6:14 pm on Desember 23, 2009 Permalink

          Link sudah dipasang bro…jangan lupa link saya dipasang juga yach…salam!!

  • rizal 1:24 am on November 11, 2009 Permalink | Balas
    Tags:   

    Mencoba theme baru Blog Pajak Indonesia

     
c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
balas
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
esc
batal