Tambang, Migas, UKM: Fokus Ditjen Pajak 2012 Januari 12, 2012
Posted by rizal in Pajak.Tags: migas, suveyor, tambang, Taxation in Indonesia, ukm, usaha kecil dan menengah ukm
add a comment
Tahun 2012 target penerimaan perpajakan ditetapkan sebesar 1.032 T. Target penerimaan ini mengalami pertumbuhan 26% dari target penerimaan tahun 2011. Kenaikan target penerimaan pada tahun 2012 ini menjadi tugas yang berat bagi ditjen pajak, mengingat pada tahun 2011 target penerimaan tercapai 99,3% .
Dari informasi yang disampaikan oleh ditjen pajak melalui pers, terlihat beberapa kebijakan yang akan dilakukan oleh ditjen pajak untuk mencapai target 2012. Sektor tambang dan migas, serta usaha kecil dan menengah (UKM) menjadi fokus yang dikejar oleh ditjen pajak.
Tambang dan migas, seperti tulisan saya terdahulu menjadi salah satu potensi yang masih bisa dimaksimalkan oleh ditjen pajak. Salah satu langkah yang dilakukan adalah rencana untuk membentuk Kantor Pelayanan Pajak yang secara khusus akan menangani tambang, dan migas. KPP khusus ini rencananya akan mulai dioperasionalkan mulai April 2012 (sumber). Dan khusus, untuk memperoleh data yang yang lebih akurat pajak akan bekerja sama dengan surveyor untuk memperoleh informasi mengenai hasil dari migas dan pertambangan ini (sumber). Diharapkan dengan adanya KPP khusus dan data dari pihak suveyor independen potensi perpajakan migas dapat lebih dioptimalkan lagi.
Sektor UKM juga menjadi fokus ditjen pajak. Jumlah UKM di Indonesia jutaan, dengan potensi ekonomi yang sangat besar. Namun demikian, dilihat dari data penerimaan perpajakan nasional kontribusi sektor UKM ini dirasa belum optimal, baik dari segi penerimaan PPN maupun PPh.
Penggalian potensi perpajakan dari UKM dimulai dengan program sensus nasional dan juga penyiapan paket peraturan pemerintah tentang perlakuan perpajakan bagi UKM. Tentunya UKM yang dimaksud adalah usaha-usaha kecil dan menengah yang sebenarnya mereka mempunyai penghasilan besar namun belum membayar pajak. Jadi penghasilan mereka tax free.
Last, kita lihat bagaimana implementasi dari strategi ditjen pajak di tahun 2012 ini. Apakah target tahun 2012 ini akan tercapai atau tidak?….
Ditjen Pajak Butuh Fungsional Peneliti Januari 6, 2012
Posted by rizal in opini pribadi, Pajak.Tags: ditjen pajak, ekonomi, ekonomi makro indonesia, investasi, pertumbuhan ekonomi indonesia, riset
2 comments
Ditjen Pajak merupakan salah satu institusi yang mempunyai peranan cukup vital di Indonesia. Sekitar 70% Anggaran dan Pendapatan Negara (APBN) dikumpulkan oleh instansi ini. Kemampuan ditjen pajak dalam menghimpun penerimaan ini akan sangat berpengaruh terhadap APBN negara.
Namun demikian, 2 tahun berturut-turut realisasi penerimaan perpajakan tidak mampu dicapai oleh ditjen pajak, yaitu pada tahun 2010 dan 2011. Kalau dilihat secara kasat mata, hal ini agak sedikit kontras dengan kondisi perekonomian Indonesia pada tahun 2011 yang menunjukkan pertumbuhan positif. Tingkat konsumsi dalam negeri menjadi salah satu penggerak ekonomi makro Indonesia pada tahun 2011. Terbukti ketika kondisi ekonomi luar negeri (Eropa dan Amerika) mengalami gejolak, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2011 tetap tumbuh positif. Tidak mengherankan kemudian lembaga rating dunia Standard and Poors menaikkan menaikkan long-term foreign currency rating Indonesia menjadi BB+ sekaligus menetapkan outlook positif dari sebelumnya BB. Sedangkan sovereign rating RI untuk long-term local currency tidak berubah, tetap di tingkat BB+ dengan outlook positif. Peningkatan rating ini, membawa sovereign rating Indonesia berdasarkan penilaian S&P menjadi 1 notch lagi menuju investment grade. (Sumber)
Realisasi Penerimaan Pajak 2011 Capai 99,3% Januari 6, 2012
Posted by rizal in Pajak.Tags: realisasi penerimaan pajak, Taxation in Indonesia
add a comment
Realisasi penerimaan pajak hanya 99,3% atau senilai Rp872,6 triliun dari target Rp878,7 triliun di 2011.
http://ekonomi.inilah.com/read/detail/1815544/meski-banyak-kasus-penerimaan-pajak-capai-993
Kutipan berita di atas adalah realisasi penerimaan pajak tahun 2011 menurut portal berita inilah.com. Ternyata realisasi penerimaan perpajakan tahun 2011 tidak jauh berbeda dengan tulisan saya sebelumnya mengenai prediksi realisasi penerimaan perpajakan tahun 2011.
Dalam beberapa hari yang lalu saya menulis artikel mengenai prediksi penerimaan perpajakan tahun 2011. Dalam tulisan itu saya menulis bahwa realisasi penerimaan perpajakan kemungkinan besar tidak akan tercapai dan kemungkinan realisasi tidak jauh dari realisasi tahun 2010, kurang lebih 98%.
Terlepas dari tidak tercapainya realisasi penerimaan pajak, secara total realisasi penerimaan negara masih di atas 100%. Kekurangan dari penerimaan perpajakan itu masih ditutupi dari surplus penerimaan bea dan cukai, penerimaan migas dan sumber daya alam. Sehingga total realisasi penerimaan negara tahun 2011 adalah Rp1.195 triliun atau sekitar 102,5% dari target APBN-P 2011 yang sebesar Rp1.169 triliun.
Tulisan terkait: Prediksi realisasi penerimaan pajak 2011 tidak tercapai
