Prediksi Realisasi penerimaan pajak 2011 tidak tercapai


Bulan desember merupakan salah satu bulan yang paling sibuk bagi instansi direktorat jenderal pajak. menjelang tutup tahun, ditjen pajak berusaha dengan keras untuk melakukan upaya extra effort dalam rangka mengamankan penerimaan perpajakan. Berbagai strategi dan langkah-langkah dilakukan agar target penerimaan perpajakan tahun 2011 ini bisa tercapai.

Sampai dengan 30 November 2011, realisasi penerimaan perpajakan yang berhasil dihimpun oleh ditjen pajak sebesar 634,9 triliun dari target sebesar 763,67 triliun (detikfinance.com). Hal ini sampai dengan akhir november realisasi baru 83,14% dari target. Dengan sisa waktu sebulan saja di bulan desember, maka rasanya sulit untuk menutupi kekurangan 128,74 triliun, dan diperkirakan realisasi penerimaan tahun 2011 ini tidak akan tercapai. Layaknya tahun sebelumnya yang hanya mencapai kurang lebih 98% dari target, maka untuk tahun 2011 ini realisasi penerimaan pajak menurut prediksi saya tidak akan jauh dari angka itu.

Jenis Pajak Penerimaan
A. Pajak Penghasilan 345,750,364,799,237
B. PPN dan PPnBM 255,667,709,945,169
C. PBB dan BPHTB 29,637,902,861,380
D. Pendapatan atas PL dan PIB 3,893,841,050,209
JUMLAH (A + B + C + D) 634,949,818,655,995

Pada tahun 2012, target penerimaan perpajakan dari APBN ditarget kurang lebih 1.024 Triliun (kompas.com). Dengan naiknya target penerimaan di tahun 2012, tentunya ditjen pajak harus lebih siap lagi agar loss penerimaan di 2010, dan kemungkinan di 2011 ini tidak terjadi lagi di tahun depan. Optimalisasi ekstensifikasi dan intensifikasi perpajakan harus ditingkatkan lagi agar penerimaan perpajakan dapat tercapai.

Sebagai salah satu upaya untuk mengamankan penerimaan perpajakan tahun 2012, maka ada baiknya ditjen pajak melakukan evaluasi kinerja perpajakan di 2011 ini. Hal ini penting agar faktor-faktor penyebab tidak tercapainya penerimaan ini dapat diminimalisasikan pada tahun 2012.

Beberapa catatan menurut penulis yang menjadi faktor tidak tercapainya penerimaan perpajakan di 2011 antara lain:

1. Intensifikasi dan penggalian potensi perpajakan oleh Account Representatives (AR) masih harus ditingkatkan lagi.

Di Ditjen pajak tidak semua AR mempunyai kemampuan analitis akuntansi dan perpajakan yang baik. Kurangnya kemampuan ini akan mengakibatkan tingkat intensifikasi dan penggalian potensi perpajakan kurang tertangani dengan baik. Selain itu, pemahaman peraturan terkait perpajakan oleh AR juga tidak seragam

2. Potensi penerimaan perpajakan dari fasilitas PPN kawasan berikat

Kawasan berikat di Indonesia berjumlah kurang lebih 2.300 kawasan berikat. Kemudahan yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai atas pemberian izin kawasan berikat ini ternyata tidak diimbangi dengan pengawasan yang baik, terutama terkait dengan aspek pemajakannya. Ditengarai banyak kebocoran PPN dari kawasan berikat.

3. Transfer Pricing
Perkembangan dunia bisnis semakin kompleks. Semakin banyak perusahaan yang mempunyai anak perusahaan dan membentuk sebuah grup perusahaan. Transfer pricing tidak bisa dihindarkan lagi di dalam perusahaan grup ini. Di sinilah ditjen pajak harus memberikan perhatian lebih karena transfer pricing ini menjadi salah satu cara perusahaan untuk meminimalisasikan pajaknya secara tidak legal. Di sisi kesiapan tenaga ahli, ditjen pajak masih memerlukan lebih banyak lagi aparat pajak yang menguasai transfer pricing.

4. Pajak perusahaan migas dan pertambangan
Aspek pemajakan dan pemeriksaan kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan perusahaan migas dan pertambangan ini merupakan salah satu aspek yang harus ditingkatkan di 2012. Omset dan nilai transaksi perusahaan oil and mining yang semakin besar ternyata belum sebanding dengan penerimaan perpajakannya. Pengawasan dan pemeriksaan harus lebih diperbaiki lagi oleh ditjen pajak. apalagi sejak 2010 pemeriksaan untuk pemeriksaan perusahaan migas sudah tidak dibantu lagi oleh pemeriksa dari BPKP, tetapi murni dari pemeriksa ditjen pajak sendiri.

Menurut penulis, itu adalah beberapa faktor kecil yang bisa penulis opinikan. Faktor-faktor itu baru semata pendapat, karena penulis belum menyajikan data secara spesifik dan akurat. Mudah-mudahan perbaikan yang terus-menerus dari ditjen pajak (continuous improvement) semakin meningkatkan kemampuan untuk mencapai penerimaan perpajakan, dan pada akhirnya penerimaan perpajakan itu bisa menjadi salah satu darah segar untuk membiayai APBN dan menggerakkan perekonomian. Semoga…

2 thoughts on “Prediksi Realisasi penerimaan pajak 2011 tidak tercapai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s