Perhitungan Zakat Sebagai Pengurang Penghasilan Bruto


Ketentuan hukum

Undang-Undang 36 tahun 2008: pasal 9 ayat (1) huruf (g)

Zakat yang diterima oleh badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi pemeluk agama yang diakui di Indonesia, yang diterima oleh lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah, yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah boleh dikurangkan untuk menentukan besarnya Penghasilan Kena Pajak

PMK 254 tahun 2010

Pasal 1 ayat (1) Zakat atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto meliputi:

Zakat atas penghasilan yang dibayarkan oleh Wajib Pajak orang pribadi pemeluk agama Islam dan/ atau oleh Wajib Pajak badan dalam negeri yang dimiliki oleh pemeluk agama Islam kepada badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah; atau

Sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi Wajib Pajak orang pribadi pemeluk agama selain agama Islam dan/ atau oleh Wajib Pajak badan dalam negeri yang dimiliki oleh pemeluk agama selain agama Islam, yang diakui di Indonesia yang dibayarkan kepada lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah.

PER 6/PJ/2011

Pasal 2 ayat (10 dan (2)

Wajib Pajak yang melakukan pengurangan zakat atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, wajib melampirkan fotokopi bukti pembayaran pada Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Pajak dilakukannya pengurangan zakat atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib.

Bukti pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) :

a)      Dapat berupa bukti pembayaran secara langsung atau melalui transfer rekening bank, atau pembayaran melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM), dan

b)      Paling sedikit memuat :

  1. Nama lengkap Wajib Pajak dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) pembayar;
  2. Jumlah pembayaran;
  3. Tanggal pembayaran;
  4. Nama badan amil zakat; lembaga amil zakat; atau lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan Pemerintah; dan
  5. Tanda tangan petugas badan amil zakat; lembaga amil zakat; atau lembaga keagamaan, yang dibentuk atau disahkan Pemerintah, di bukti pembayaran, apabila pembayaran secara langsung; atau
  6. Validasi petugas bank pada bukti pembayaran apabila pembayaran melalui transfer rekening bank.

Contoh:

Ahmad Zakaria pada tahun 2009 bekerja pada perusahaan PT Zamrud Abadi dengan memperoleh gaji sebulan Rp 2.500.000,00 dan membayar iuran pensiun sebesar Rp 100.000,00. Zakat yang dibayar selama setahun kepada badan amil zakat adalah sebesar 200.000. Ahmad menikah tetapi belum mempunyai anak. Penghitungan pph Pasal 21 adalah sebagai berikut :

gaji sebulan 2.500.000
pengurangan
biaya jabatan
(5% x 2.500.000) 125.000
iuran pensiun 100.000
zakat 200.000 425.000
penghasilan neto sebulan 2.075.000
penghasilan neto setahun 24.900.000
(12 x 2.075.000)
PTKP:
WP sendiri 15.840.000
tambahan WP kawin 1.320.000 17.160.000
Penghasilan kena pajak 7.740.000
PPh 21 terutang setahun (5% x7.740.000) 387.000

8 thoughts on “Perhitungan Zakat Sebagai Pengurang Penghasilan Bruto

  1. terima kasih banyak pak atas informasinya dan ilmu pajaknya…sngat bermanfaat bagi saya yang lagi menuntut ilmu dan mulai berljar menulis melalui media blog…

    terima kasih…!

    1. yang dipersyaratkan oleh PER tersebut adalah:
      Nama badan amil zakat; lembaga amil zakat; atau lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan Pemerintah;

      jadi menurut saya, sepanjang badan amil yang dimaksud ada pengesahannya dari pemerintah boleh dikurangkan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s