Langkah-Langkah Pengamanan Penerimaan Pajak 2009


Hingga akhir oktober 2009, jumlah penerimaan pajak yang berhasil dihimpun oleh Direktorat Jenderal Pajak adalah sekitar 377 trilyun atau sekitar 70% dari target penerimaan pajak tahun 2009 yang ditetapkan sebesar sekitar 528 trilyun. Dengan waktu yang tersisa 2 bulan di tahun 2009 maka tentu akan menjadi tugas bagi direktorat jenderal pajak untuk bisa memenuhi target penerimaannya. Diperlukan kerja keras dan extra effort dari direktorat jenderal pajak untuk bisa mencapai target penerimaannya tersebut. Kondisi ini merupakan penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya akhir oktober sudah lebih dari 90% target yang berhasil dicapai oleh direktorat jenderal pajak.

Penurunan pencapaian penerimaan direktorat jenderal pajak disebabkan oleh beberapa factor. Factor yang sangat jelas Nampak sekali adalah terjadinya resesi ekonomi global yang ditandai dengan ambruknya keuangan di amerika serikat, dan juga factor dari pemberian insentif fiscal yang diberikan kepada dunia usaha pada tahun 2009 ini. Resesi ekonomi mengakibatkan pendapatan yang diterima oleh dunia usaha menurun sehingga secara langsung akan berpengaruh terhadap jumlah pajak yang dibayarkan. Insentif fiscal juga turut mempengaruhi penurunan penerimaan pajak walaupun berpengaruh tidak begitu signifikan.

Tentunya kondisi membuat direktorat jenderal pajak harus berusaha ekstra keras untuk menggenjot penerimaan pajaknya. Dengan tersisa waktu dua bulan ini tentu diperlukan upaya yang cepat bisa menghasilkan fresh money bagi DJP. Nah kira-kira apa yang bisa dilakukan oleh DJP untuk mengejar slack target penerimaan tersebut??

Secara umum penerimaan dari pajak bisa dikelompokkan dalam beberapa jenis. Yang pertama adalah dari penerimaan rutin tiap bulan. Penerimaan ini adalah dari pembayaran SPT masa PPh maupun PPN yang dibayarkan oleh wajib pajak. Penerimaan dari kelompok ini tentu bisa diperkirakan dari trend pembayaran rutin selama beberapa bulan terakhir sehingga bisa diprediksi dalam dua bulan terakhir ini berapa prognosa penerimaan yang bisa dicapai oleh DJP. Jenis penerimaan berikutnya mungkin adalah dari hasil collection/penagihan.

Penagihan ini adalah usaha untuk memperoleh pembayaran pajak dari tunggakan-tunggakan pajak yang belum dibayar oleh wajib pajak. Tunggakan-tunggakan itu bisa berupa tunggakan pajak tahun berjalan atau tunggakan pajak tahun sebelumnya. Tunggakan tahun berjalan kemungkinan besar masih likuid, apalagi wajib pajaknya jelas keberadaannya, sehingga kemungkinan cairnya masih besar. Tunggakan tahun sebelumnya kemungkinan relative agak rumit untuk dicairkan, apalagi tunggakan-tunggakan yang bersifat tunggakan batu. Pencairan dari penagihan ini memerlukan proses yang tidak sebentar. Apalagi jika WP tidak mau membayar, maka untuk mencairkan melalui proses sita dan lelang yang memerlukan tidak sebentar.

Upaya berikutnya yang bisa dilakukan untuk mengejar penerimaan adalah hasil dari pemeriksaan. Pemeriksaan ini bisa berupa pemeriksaan kantor ataupun pemeriksaan lapangan. Hasil dari pemeriksaan ini adalah produk hukum berupa surat ketetapan yang harus segera dibayar oleh wajib pajak dalam jangka waktu 30 hari. Walaupun demikian pemeriksaan juga memerlukan jangka waktu yang telah ditetapkan.

Langkah berikutnya dalam upaya pencapaian penerimaan pajak adalah dari penggalian potensi oleh AR (Account Representatives). Langkah ini adalah salah satu langkah yang bisa diandalkan dalam mengejar target penerimaan. AR mempunyai kewenangan untuk melakukan penggalian potensi wajib pajak dan juga melakukan konseling serta himbauan agar wajib pajak melunasi utang pajaknya. Penggalian potensi yang dilakukan oleh AR bisa dilakukan antara lain dengan melakukan benchmarking dan financial statement analysis.

Dengan jangka waktu yang tersisa dua bulan tentu bukan hal yang mudah bagi DJP untuk bisa mencapai short fall penerimaan. Sebagai warganegara tentu saya pribadi ikut berharap bahwa penerimaan bisa tercapai mengingat penerimaan pajak mempunyai porsi yang besar di dalam penerimaan APBN. Semoga…

5 thoughts on “Langkah-Langkah Pengamanan Penerimaan Pajak 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s