Berapa seharusnya gaji pegawai bea cukai dan pajak?


Penggeledahan yang dilakukan oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai. Tanjung Priok pada hari Jumat tanggal 30 mei 2008 menjadi berita yang cukup heboh.Berbagai media banyak yang mengeksposnya sehingga tidak heran kemudian menjadi headline dari koran-koran nasional. Kontan saja hasil penggeledahan ini menimbulkan kesan yang negatif dan nada pesisimisme terhadap kinerja Departemen Keuangan secara keseluruhan karena ternyata ditemukan adanya indikasi tindakan korupsi di kantor tersebut dengan ditemukannya barang bukti berupa uang kurang lebih sebesar 500 juta yang disimpan di berbagai tempat.

Bea dan Cukai selain pajak merupakan salah satu institusi di bawah Departemen Keuangan yang sudah melakukan modernisasi Administrasi. Modernisasi ini meliputi perbaikan sistem administrasi dan sistem penggajian. Administrasi sudah menggunakan teknologi informasi sehingga bersifat online. Teknologi informasi ini dimaksudkan untuk mengurangi intensitas pertemuan secara fisik antara petugas dengan wajib pajak/bea cukai. Perbaikan sistem penggajian atau yang disebut dengan remunerasi dimaksudkan untuk memberikan reward dan sekaligus untuk mengurangi kemungkinan tindakan korupsi yang seringkali dengan alasan karena kurangnya kesejahteraan.

Namun ternyata hasil penggeledehan yang dilakukan oleh KPK terhadap kantor pelayanan bea dan cukai seolah memberikan nada pesimisme publik terhadap departemen keuangan karena ternyata remunerasi yang tinggi belum mampu menghilangkan perilaku korupsi. Mungkin ada yang berpikir berapa seharusnya gaji pegawai bea dan cukai atau juga pegawai pajak agar tindakan korupsi itu bisa diminimalisasi. Menurut saya permasalahannya bukan terletak pada seberapa besar gaji pegawai. Mental pegawai seharusnya menempati prioritas utama untuk membenahi kinerja. Di samping itu perlu lembaga penegak hukum baik internal maupun eksternal yang mempunyai kewenangan untuk memberikan hukuman bagi pegawai yang melakukan pelanggaran kode etik. Dengan demikian akan seimbang antara eward dan punishment. Pegawai mendapatkan gaji yang tinggi melalui remunerasi tetapi mereka juga akan mendapatkan sanksi yang berat apabila mereka melakukan pelanggaran kode etik dengan melakukan tindakan yang tercela. Mudah-mudahan saja apa yang terjadi pada pemeriksaan di kantor bea cukai itu mampu memberikan shock therapy bagi seluruh institusi pelayanan publik dan pegawai yang ada di situ untuk lebih transparan dan bersih dalam melakukan tugasnya. Semoga…

22 thoughts on “Berapa seharusnya gaji pegawai bea cukai dan pajak?

  1. hmm masalah gaji mungkin amat sulit ya… ketimbang depatemn lainya depkeu merupakan dep yg paling gede gaji PNSnya. memeng gaji pokoknya sama tp tunjangnya, saya mau memberi perbandingan klo di atas di sebut judul berapa gaji yg seharusnya di terima pegawai bea cukai dan pajak, saya juga punya pertanyaan berapa gaji yang seharusnya di terima oleh DOKTER, BIDAN DAN PERAWAT., denga mempertimbangkan pendidikan akan saya beri gambaran . gaji dokter PTT dengan skala s 1 sekitar 1.180.000, gaji bidan separuhnya, gaji dokter di RSUD sekitar 1 juta dengan pendidikan s1, dan perawat dengan kualifikasi s1 sama dengan dokter sekitar 1 juta , dan perawat dengan kualifikasi d3 sekitar 500 rb. pertanyyanya apa pantas mereka dengan lama pendidikan seperti itu mendapatkan gaji demikian??? dokter dan petugas kesehatan bisa praktik, apa bener semua bisa ??? bisa ga mohon penjelasan secara bijak. kenapa remunerasi berlaku untuk depkeu saja ??? apa mungkin karena departemen yg lainya ga berkompeten untuk mendapatkan hal yg sama yg di peroleh depkeu. semuga tuhan memberkati kita semua

    1. Terima kasih atas tanggapannya bu. untuk saat ini PNS yang mendapat remunerasi tidak hanya departemen keuangan tetapi ada juga MA (Mahkamah Agung), dan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Memang jika dilihat dari proporsi gaji PNS yang ada sekarang tidak memadai dengan kondisi ekonomi. Tulisan saya sebenarnya merupakan otokritik terhadap instansi yang sudah mendapat remunerasi, bahwa seharusnya bisa bekerja lebih baik. Dengan kondisi gaji PNS kesehatan yang tanpa remunerasi bisa bekerja dengan sepenuh hati dan profesional, harusnya PNS yang sudah mendapatkan remunerasi bisa bekerja jauh lebih baik dan bersih dari praktik KKN.. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih, mudah2an tulisan dari ibu juga dibaca oleh PNS-PNS lain yang sudah menerima remunerasi untuk menjadi motivasi..

  2. Diskusi ini soal gaji tapi saya tidak lihat sama sekali berapa sebenarnya gaji pegawai bea cukai sekarang. Pak Ical bisa tolong tulis berapa gaji2 mereka ? kita sebagai orang awam bisa menilai apa sudah layak atau tidak untuk memberantas korupsi

  3. menjadi tersentil juga untuk menulis…:-)
    sebenarnya angka-angka dalam gaji itu harusnya tidak lantas dipandang sebagai angka yang besar dan kecil, pantas dan nggak pantas!
    dari sisi ketimpangan emang harus diakui bahwa ini terasa tidak adil..
    saya setuju dengan mas ical bahwa ini jadi otokritik!
    namun saya ingin menggarisbawahi, dengan gaji skr banyak diantara temen2 di depkeu (khususnya pajak yang saya tahu) memilih keluar dari depkeu, dengan beberapa pertimbangan:
    1. kantor pajak tersebar di berbagai wilayah indonesia, termasuk pelosok;
    2. beban pekerjaan+godaan yang sangat besar hampir sulit dihindari bahkan yang punya idealisme tinggi banyak yang terseret
    3. sangat minim peluang pekerjaan diluar kantor

    nah, implikasi dari kondisi2 diatas ga cuma luas tapi sangat dalam dan terkadang menyakitkan!sama sekali tidak bermaksud mengecilkan peranan profesi lain, byk teman2 yang berada diantara dua pilihan sulit mempunyai istri yang tetap kerja ato rela istri tidak bekerja agar bisa ikut suami, sudah mulai nyicil rumah+ngisi perabotan tiba2 pindah di tempat yang sama sekali ga terduga!!

    bahkan dengan gaji di masa lalu ada temen penempatan di luar jawa berkata “kerja 12 bulan hanya untuk nyari duit buat lebaran(biaya hidup+transport+sepi hiburan)”

    maaf ini sama sekali bukan pembelaan diri…semoga kedepan semua akan menjadi lebih baik!!

  4. terimakasih atas jawabanya, sebelumnya saya mohon maaf amat sangat tidak pantas memberikan gambaran besar nominal gaji yang di terima oleh kami. namun hal itu hanya sekedar sebagai gambaran betapa anehnya negara ini. kami yang bekerja dengan penyakit dengar resiko tertular penyakit, bekerja dengan brang yang bau, amis, anyir dan menjijikkan ternyata apa yang kami dapatkan ??? jangankan mengharap gaji untuk naik , mengarapkan alat pengukur tekanan darah saja susah. hingga kami harus membawa sendri dan membeli alat sendri untuk memeriksa pasien. memang mas pekerjaan kami ( dokter, perawat , bidan ) tidak memberikan kontribusi besar atau devisa bagi negara ini. malahan menghabiskan anggarn negara. tp kenapa kta tidak bisa perhatikan kita manusia yang juga butuh makan mas. sebenernya mas salah menganggap kami bekerja dengan sepenuh hati itu salah kami hanya separuh mas sisanya adalah senuah harapan harapan yang ntah kapan terjadi. banyak lulusan kedokteran yang tidak bekerja sebagai dokter karena apa karena kecewa dengan apa yang mereka dapatkan. maaf jika terdapt kesalah. saya tidak bermaksut menyudutkan pihak manapun karena saya menyadari. rizki , kaya, miksin, jabatan. pekerjaan semua adalah tuhan yang ngatur dan cuma dia yang tau tentang semua kehidupan. salam damai semoga tuhan menyertai kita

  5. @ 060105885
    Terima kasih pak Sarbono atas tanggapannya di blog saya. Memang kalo membicarakan penghasilan seolah tidak ada habisnya. Teman-teman PNS yang belum mendapat remunerasi iri melihatnya, namun kadang bagi mereka yang sudah mendapatkan remunerasi terkadang belumlah sebanding dengan risiko pekerjaan dan daerah penempatannya yang terpencil. Tapi mudah-mudahan hal ini tidak melemahkan kita untuk selalu tetap bersyukur dan bekerja dengan profesionalisme tinggi..

    @dr. nadia
    iya bu, terima kasih kembali atas tanggapannya.

  6. ” Teman-teman PNS yang belum mendapat remunerasi iri melihatnya, namun kadang bagi mereka yang sudah mendapatkan remunerasi terkadang belumlah sebanding dengan risiko pekerjaan dan daerah penempatannya yang terpencil ”

    maaf mas di tulisan tersebut mas mengatakan teman- teman PNS lain iri karena dep lain tidak mendapatkan remunerasi…. sebelumnya kami minta maaf, tidak ada keirian dalam hati kami melihat orang lain lebih dari kami. karena kami tau semuanya ada yang mengatur. kami tahu tidakmungkin bagi negara ini untuk membayar pegawai – pegawainya sama rata… itu mungkin namun mungkin saja butuh waktu yang lama. saya hanya ingin memberikan gambaran saja tentang bagaimana kehidupan kami kehidupan dokter – dokter di daerah….. maaf jika ada kesalahan penulisan. sekali lagi kami tidak bermaksud untuk menyinggung profesi apapun. kami para dokterpun juga manusia biasa, punya rasa dan hati. kami para dokter juga ga ada bedanya dengan tukang parkir di depan rumah sakit… hanya manusia bisa… manusia dengan segala keterbatsannya.

  7. Hmm.. Sudah tutup ya pembahasannya? Kakak saya PNS di puskesmas, suaminya pegawai bea cukai.. Susah juga waktu suaminya masih di soekarno hatta, sedang kakak saya di salah satu kecamatan di kalsel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s